“Mengapa kamu banyak sekali menggantung Salib? Hampir setiap kamar ada Salib. Seakan kamu menyalibkan Yesus dimana-mana.” Kata Andi kepada Beti ketika Andi berkunjung ke rumah Beti sahabat karibnya. Kebetulan Beti adalah seorang Katolik.
“Anehnya adalah mengapa Salib orang Katolik masih menggantungkan tubuh Yesus di Salib? Bukankah DIA sudah bangkit dan naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa?” Andi melontarkan pertanyaan retoris kepada Beti. Sebenarnya Andi tahu bahwa Beti pun percaya hal yang sama.
“Orang Kristen percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit dan naik ke Surga. Itulah mengapa Salib orang Kristen tidak menggantungkan tubuh Yesus Kristus. Lagi pula kami tidak menggantung Salib di setiap kamar.” Lanjut Andi lagi seolah tidak memberi waktu kepada Beti untuk menjawab.
“Lihatlah, Salib-salib itu banyak sekali bentuknya. Ada yang terbuat dari kayu, ada yang dari besi, bahkan ada yang dari aluminium. Bukankah Salib Yesus itu terbuat dari kayu?” Celoteh Andi lagi sambil memegang Salib aluminium besar yang berdiri kokoh di sebuah meja sudut di ruang tamu. Kali ini Beti hanya tersenyum simpul menanggapi sahabatnya yang seorang Kristen itu.
Seminggu kemudian Beti berkunjung ke rumah Andi.
“Hai, ini foto pacar kamu?” tanya Beti ketika memandang sebuah foto seorang wanita cantik berukuran besar yang diberi bingkai kayu ukiran yang mewah.
“Hus… Ini ibuku!” bisik Andi sambil meletakkan telunjuknya di depan bibirnya seolah menyuruh Beti untuk tidak berbicara keras-keras. Maklum Beti tadi bertanya dengan nada cukup tinggi.
“Ibu kamu cantik ya?” kata Beti lagi dengan suara lebih pelan.
“Hmm… Ya jelas dong. Ibu siapa dulu? Itu foto ibu ketika masih muda, mungkin waktu itu umurnya 25 tahun.” Kata Andi dengan bangga sambil membetulkan kerah bajunya yang sebenarnya tidak perlu dibetulkan baik lipatan maupun bentuknya.
“Sekarang umurnya berapa? Sekarang ibu kamu ada dimana?” Berondong Beti.
“Sekarang umurnya sudah 60 tahun. Kebetulan saat ini ibu sedang pergi belanja bersama ayah.” Jawab Andi dengan sabar menghadapi pertanyaan-pertanyaan sahabatnya itu.
“Lho, kok masih dipajang? Bukankah sekarang ibu sudah berumur 60 tahun? Bukankah sekarang ibu sedang pergi belanja? Kok kamu masih memajang fotonya ketika usianya masih 25 tahun?” Kali ini Beti lebih memberondong Andi dengan berbagai pertanyaannya.
“Emang kenapa? Apa yang salah dengan itu?” Andi bertanya balik sambil heran mengapa sahabatnya bertanya hal-hal yang demikian.
“Lho, kamu sendiri kan yang pernah tanya padaku? Waktu itu kamu bertanya: Mengapa Salib orang Katolik masih menggantung tubuh Yesus padahal Yesus telah bangkit dan naik ke Surga?” Beti menjawab dengan nada halus seolah berusaha mengingatkan Andi akan peristiwa 1 minggu sebelumnya di rumah Beti.
“Kalau begitu boleh dong aku sekarang bertanya hal yang sama tentang ibu kamu?” Beti bertanya lagi dengan nada lebih lembut. Kali ini Andi telah ingat beberapa pertanyaan yang dia lontarkan kepada Beti seminggu yang lalu.
“Iya ya?” Jawab Andi. “Kamu hebat Beti. Aku sekarang mengerti.” Andi lalu memeluk Beti sahabatnya.
—
Salib orang Katolik memang menggantungkan tubuh Yesus Kristus. Salib orang Katolik memang beragam bentuknya. Bahkan tidak hanya dari kayu, tetapi juga dari bahan lain seperti aluminium, besi, dan ada juga yang dari baja. Patungnya pun beragam bentuk dan posisi. Tetapi bukan itu esensinya. Salib bagi orang Katolik adalah sebuah media untuk mengingat kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya bagi umat manusia.
Justru Salib orang Katolik digantung tubuh Yesus Kristus agar kita tahu bahwa Salib itu memang benar Salib Yesus Kristus. Kita benar-benar menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib itu. Di sanalah terbentang misteri keselamatan Allah.
Umat Katolik tidak menghormati kayu salib yang berupa 2 bilah kayu yang disusun bersilangan. Tetapi umat Katolik sangat menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib. Itulah mengapa dalam memvisualisasikan salib, orang Katolik menggantungkan tubuh Yesus di sana. Justru formasi 2 bilah kayu pembentuk salib itu tidak akan ada artinya tanpa Yesus Kristus yang rela mati untuk menebus dosa manusia dengan disalib. Ingatkan bahwa Yesus disalib bersama 2 orang penjahat yang juga disalib di sisi kanan dan kiri-Nya? Jadi kalau ada orang yang hanya percaya kepada 2 bilah kayu bersilangan itu, kita patut bertanya padanya: “Ini salib siapa? Jangan-jangan salah satu salib dari 2 penjahat itu.”
Kalau ada orang yang ngotot berargumentasi dengan bertanya pada orang Katolik: “Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke Surga? Kita tidak perlu menggantungkan tubuh Yesus di Salib.”
Kita patut bertanya balik kepadanya: “Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke Surga? Tetapi mengapa kamu masih merayakan Natal (kelahiran Yesus)? Atau mengapa kamu masih merayakan Paskah (kisah sengsara Yesus)?”
Jadi jangan berpikiran sempit ya? Juga jangan berpikiran bahwa umat Katolik hanya menghormati kisah sengsara Yesus Kristus. Kami sangat menjunjung tinggi Yesus, Sang Sabda, Sang Putra Allah. Kami juga sangat menghormati setiap bagian hidupnya sebagai manusia: sejak dikandung, dilahirkan, hidup sebagai guru, hidup untuk memberitakan Kabar Baik sambil memberikan keselamatan (jasmani dan rohani), sampai saat Dia harus menderita, wafat di kayu Salib, bangkit dan naik ke Surga. Kami juga sangat mengharapkan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menjadi hakim atas dunia ini.
Salib dengan tubuh Yesus itu adalah media paling ampuh bagi kami untuk mengenangkan kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya. Salib itu juga mengingatkan kami agar kami mampu memikul salib kami yang sebenarnya sangat ringan dan enak. Salib kami tiada artinya jika dibandingkan dengan Salib Yesus Kristus.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:28-30).
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38. Bandingkan: Matius 16:24, Markus 8:34, Lukas 9:23, Lukas 14:27)
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Olah bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. (I Petrus 2:24).
sumber : agamaku.wordpress.com
Tampilkan postingan dengan label Saat Teduh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saat Teduh. Tampilkan semua postingan
Mau jadi kucing atau kerbau?
Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC
Mengapa kucing dan anjing itu bermusuhan ? Ceriteranya adalah dahulu kucing dan anjing itu berteman akrab. Pada suatu hari kucing menipu anjing dan membuat anjing marah. Sejak itu, anjing membenci kucing. Kucing pun menjadi takut kepada anjing. Agar anjing tidak dapat mengendus jejak kucing dengan penciumannya yang tajam, sejak itu kucing selalu mengubur kotorannya.
Pesan dari ceritera tersebut adalah dosa membuat kita tidak bahagia. Hidup kita dipenuhi dengan kemarahan dan kecurigaan. Ketika kita membiarkan kemarahan dan kecurigaan, kita semakin menjauh dari sesama. Orang segan bergaul dengan kita yang gampang marah dan gampang curiga. Kita yang membiarkan hidup kita dalam dosa juga akan menjauh dari Tuhan karena merasa tidak bisa berdoa dan tidak pantas mendekatkan diri pada Tuhan.
Akar dari dosa sebenarnya kita tidak mengerti Kitab Suci dan Kuasa Allah : "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah (Markus 12:24)." Banyak di antara kita jatuh dalam dosa karena kita belum menghayati dan menyerap Firman Allah ke dalam kehidupan kita agar Firman itu mengubah kita. Kita hanya dapat mengerti Firman Allah dengan bantuan Roh Kudus sehingga kita dapat dan rela melakukan-Nya. Ketika kita melaksanakan Firman-Nya, kita mengetahui kuasa Allah yang begitu besar.
Firman Allah yang kita mengerti itu mendorong kita untuk mohon pengampunan Tuhan karena kita yakin bahwa Allah adalah kasih. Kasih dan kebaikan Allah itu diceriterakan dalam Injil bahwa Yesus mencari domba yang hilang sampai dapat menemukannya kembali. Sekalipun kita sudah tersesat, sekalipun kita sudah sangat jauh, Allah tetap mencari kita. Hati-Nya selalu tertuju pada kita. Ia tetap mempedulikan kita. Mungkin orang lain sudah tidak lagi menaruh harapan pada kita, tetapi Allah akan terus mencari kita. "Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut” (Mikha 7:18-19)." Allah adalah Allah yang Maha Pengampun. Ia selalu merindukan kita. Dan Ia akan mengampuni kita.
Syarat supaya dapat diampuni dosa kita adalah pertobatan. Bertobat berarti mengubah cara hidup yang tidak menyenangkan Tuhan. Pengampunan dan kasih Allah bertujuan untuk membawa kita kepada pertobatan.
Kapan kita harus bertobat ? Jangan menunggu sudah tua atau sudah bau tanah baru bertobat. Bisa-bisa kita terlambat. Pertobatan harus terjadi sekarang ini. Sikap kerbau dan kucing bisa menggambarkan sikap kita tentang pertobatan. Kerbau senang berlama-lama di kubangan lumpur. Kucing akan cepat-cepat melompat ketika menginjakkan kakinya sedikit saja ke lumpur. Ketika kita masih senang berlama-lama dalam kubangan dosa, kita disebut Katolik kerbau. Ketika kita cepat-cepat meninggalkan dosa, kita adalah katolik kucing.
Pesan injil hari ini adalah marilah kita menjadi seorang Katolik kucing. Kita tidak membiarkan dosa sekecil apapun melekat dalam diri kita. Kita membersihkan dosa itu dengan menerima Sakramen Pengampunan dosa. Kita hanya dapat bertobat kalau kita mengerti Kitab Suci. Supaya kita mengerti Kitab Suci, saya mengundang seluruh umat untuk mengikuti kursus Kitab Suci yang membahas sembilan Kitab Perjanjian Baru dalam empat pertemuan yang akan saya berikan bersama dengan Pastor Toni, SS.CC (Pastor Paroki St. Odilia – Citra Raya). Kursus Kitab Suci diadakan di Gereja St. Odilia setiap Jumat jam 19.30 sd 21.30 mulai tanggal 17 September – 15 Oktober. Ingat ketika kita bertobat, kita memperoleh sukacita surgawi : "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Lukas 15:7). Tuhan memberkati.
Mengapa kucing dan anjing itu bermusuhan ? Ceriteranya adalah dahulu kucing dan anjing itu berteman akrab. Pada suatu hari kucing menipu anjing dan membuat anjing marah. Sejak itu, anjing membenci kucing. Kucing pun menjadi takut kepada anjing. Agar anjing tidak dapat mengendus jejak kucing dengan penciumannya yang tajam, sejak itu kucing selalu mengubur kotorannya.
Pesan dari ceritera tersebut adalah dosa membuat kita tidak bahagia. Hidup kita dipenuhi dengan kemarahan dan kecurigaan. Ketika kita membiarkan kemarahan dan kecurigaan, kita semakin menjauh dari sesama. Orang segan bergaul dengan kita yang gampang marah dan gampang curiga. Kita yang membiarkan hidup kita dalam dosa juga akan menjauh dari Tuhan karena merasa tidak bisa berdoa dan tidak pantas mendekatkan diri pada Tuhan.
Akar dari dosa sebenarnya kita tidak mengerti Kitab Suci dan Kuasa Allah : "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah (Markus 12:24)." Banyak di antara kita jatuh dalam dosa karena kita belum menghayati dan menyerap Firman Allah ke dalam kehidupan kita agar Firman itu mengubah kita. Kita hanya dapat mengerti Firman Allah dengan bantuan Roh Kudus sehingga kita dapat dan rela melakukan-Nya. Ketika kita melaksanakan Firman-Nya, kita mengetahui kuasa Allah yang begitu besar.
Firman Allah yang kita mengerti itu mendorong kita untuk mohon pengampunan Tuhan karena kita yakin bahwa Allah adalah kasih. Kasih dan kebaikan Allah itu diceriterakan dalam Injil bahwa Yesus mencari domba yang hilang sampai dapat menemukannya kembali. Sekalipun kita sudah tersesat, sekalipun kita sudah sangat jauh, Allah tetap mencari kita. Hati-Nya selalu tertuju pada kita. Ia tetap mempedulikan kita. Mungkin orang lain sudah tidak lagi menaruh harapan pada kita, tetapi Allah akan terus mencari kita. "Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut” (Mikha 7:18-19)." Allah adalah Allah yang Maha Pengampun. Ia selalu merindukan kita. Dan Ia akan mengampuni kita.
Syarat supaya dapat diampuni dosa kita adalah pertobatan. Bertobat berarti mengubah cara hidup yang tidak menyenangkan Tuhan. Pengampunan dan kasih Allah bertujuan untuk membawa kita kepada pertobatan.
Kapan kita harus bertobat ? Jangan menunggu sudah tua atau sudah bau tanah baru bertobat. Bisa-bisa kita terlambat. Pertobatan harus terjadi sekarang ini. Sikap kerbau dan kucing bisa menggambarkan sikap kita tentang pertobatan. Kerbau senang berlama-lama di kubangan lumpur. Kucing akan cepat-cepat melompat ketika menginjakkan kakinya sedikit saja ke lumpur. Ketika kita masih senang berlama-lama dalam kubangan dosa, kita disebut Katolik kerbau. Ketika kita cepat-cepat meninggalkan dosa, kita adalah katolik kucing.
Pesan injil hari ini adalah marilah kita menjadi seorang Katolik kucing. Kita tidak membiarkan dosa sekecil apapun melekat dalam diri kita. Kita membersihkan dosa itu dengan menerima Sakramen Pengampunan dosa. Kita hanya dapat bertobat kalau kita mengerti Kitab Suci. Supaya kita mengerti Kitab Suci, saya mengundang seluruh umat untuk mengikuti kursus Kitab Suci yang membahas sembilan Kitab Perjanjian Baru dalam empat pertemuan yang akan saya berikan bersama dengan Pastor Toni, SS.CC (Pastor Paroki St. Odilia – Citra Raya). Kursus Kitab Suci diadakan di Gereja St. Odilia setiap Jumat jam 19.30 sd 21.30 mulai tanggal 17 September – 15 Oktober. Ingat ketika kita bertobat, kita memperoleh sukacita surgawi : "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Lukas 15:7). Tuhan memberkati.
BELAJAR UNTUK MENDENGARKAN
" ... Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barang siapa menolak Aku, ia akan menolak Dia yang mmengutus Aku. " ( Luk. 10 : 16 )
Mendengarkan merupakan pekerjaan atau keutamaan yang paling sulit. Karena itu, banyak orang tidak mampu menjadi 'pendengar' yang baik.
" Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku ", sabda Yesus. Jika kita tidak mampu mendengarkan sesama kita, kita akan mengalami kesulitan besar untuk mendengarkan suara dan bisikan Tuhan yang bergema di dalam hati kita. Karena itu, hendaklah kita senantiasa meningkatkan dan memperdalam keutamaan 'mendengarkan' dalam kehidupan kita sehari - hari.
Dalam rangka memperdalam dan meningkatkan keutamaan mendengarkan, pertama - tama kita harus dengan rendah hati 'mendengarkan' kata - kata atau tindakan orang lain. kedua, yang kita perdengarkan atau katakan itu hendknya sesuatu yang baik, sehingga bermanfaat bagi diri kita sendiri dan sesama. Mendengarkan atau menyampaikan sesuatu yang baik merupakan wahana untuk dapat mendengarkan 'suara atau bisikan Tuhan' dalam kehidupan kita sehari - hari. Pendengar yang baik dapat menjadi penyembuh bagi sesamanya. Sudahkah aku menjadi pendengar yang baik dalam kehidupanku sehari - hari?
( ry )
Mendengarkan merupakan pekerjaan atau keutamaan yang paling sulit. Karena itu, banyak orang tidak mampu menjadi 'pendengar' yang baik.
" Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku ", sabda Yesus. Jika kita tidak mampu mendengarkan sesama kita, kita akan mengalami kesulitan besar untuk mendengarkan suara dan bisikan Tuhan yang bergema di dalam hati kita. Karena itu, hendaklah kita senantiasa meningkatkan dan memperdalam keutamaan 'mendengarkan' dalam kehidupan kita sehari - hari.
Dalam rangka memperdalam dan meningkatkan keutamaan mendengarkan, pertama - tama kita harus dengan rendah hati 'mendengarkan' kata - kata atau tindakan orang lain. kedua, yang kita perdengarkan atau katakan itu hendknya sesuatu yang baik, sehingga bermanfaat bagi diri kita sendiri dan sesama. Mendengarkan atau menyampaikan sesuatu yang baik merupakan wahana untuk dapat mendengarkan 'suara atau bisikan Tuhan' dalam kehidupan kita sehari - hari. Pendengar yang baik dapat menjadi penyembuh bagi sesamanya. Sudahkah aku menjadi pendengar yang baik dalam kehidupanku sehari - hari?
( ry )
PELAYANAN
" Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. karena itu mintalah kepada Tuan uang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja - pekerja untuk tuaian itu " ... ( Luk. 10 : 2 )
Beberapa waktu yang lalu komunitas kami mengadakan retret. Dan yang melayani kami adalah para misionaris dimana mereka hidup fulltime untuk melayani Tuhan. Selama retret berlangsung, saya selalu berpikir dalam hati saya... seandainya saya memiliki pelayanan fulltime seperti mereka, mungkin lebih banyak yang bisa saya lakukan. Mungkin hidup saya akan lebih bermanfaat. Mungkin banyak jiwa yang bisa diselamatkan. Mungkin begini... mungkin begitu... ada banyak kemungkinan yang terpikir dalam benak saya.
Pada akhir retret, kami secara pribadi maju untuk didoakan. Pada saat didoakan, pendoa tersebut mengatakan bahwa Tuhan memanggil saya untuk melayani di dalam keluarga dan di lingkungan kantor tempat saya bekerja. Hal ini menyadarkan saya bahwa untuk melayani Tuhan tidak selalu harus menjadi fulltimer. Dimana pun kita bisa melayani Tuhan. Dimanapun kita bisa menjadi berkat dan memberkati orang lain. Fulltime untuk Tuhan itu baik dan luar biasa. Tapi tanpa menjadi fulltimer pun, kita tetap bisa melayani Tuhan. ( ry )
Beberapa waktu yang lalu komunitas kami mengadakan retret. Dan yang melayani kami adalah para misionaris dimana mereka hidup fulltime untuk melayani Tuhan. Selama retret berlangsung, saya selalu berpikir dalam hati saya... seandainya saya memiliki pelayanan fulltime seperti mereka, mungkin lebih banyak yang bisa saya lakukan. Mungkin hidup saya akan lebih bermanfaat. Mungkin banyak jiwa yang bisa diselamatkan. Mungkin begini... mungkin begitu... ada banyak kemungkinan yang terpikir dalam benak saya.
Pada akhir retret, kami secara pribadi maju untuk didoakan. Pada saat didoakan, pendoa tersebut mengatakan bahwa Tuhan memanggil saya untuk melayani di dalam keluarga dan di lingkungan kantor tempat saya bekerja. Hal ini menyadarkan saya bahwa untuk melayani Tuhan tidak selalu harus menjadi fulltimer. Dimana pun kita bisa melayani Tuhan. Dimanapun kita bisa menjadi berkat dan memberkati orang lain. Fulltime untuk Tuhan itu baik dan luar biasa. Tapi tanpa menjadi fulltimer pun, kita tetap bisa melayani Tuhan. ( ry )
PILIHLAH YANG LEMAH SEPERTI YANG DIBUAT TUHAN
" SEDANGKAN BARANGSIAPA MERENDAHKAN DIRI DAN MENJADI SEPERTI ANAK KECIL INI, DIALAH YANG TERBESAR DALAM KERAJAAN SORGA " ... ( Mat. 18 : 4 )
Satu kali saya membimbing sekelompok anak SD kelas 3 sampai dengan kelas 6 untuk mengikuti kegiatan rohani. Saya adalah kakak pendamping mereka. saya tinggal bersama mereka selama tiga malam. Pengalaman yang menyadarkan saya betapa pentingnya untuk menjadi 'anak kecil' di hadapan Yesus...
Seorang anak kecil selalu mempunyai kepercayaan. Saya ingat ketika saya berjalan bersama kelompok saya menyusuri jalan setapak dalam satu permainan outbond, salah satu diantara mereka menarik tangan saya dan dengan mata tak berdosa memandang saya dan berkata, " Kak... Saya haus! " Dia tidak peduli kenyataan bahwa kami sedang berada di luar ruangan dan kami tidak membawa air minum. Dia hanya tahu bahwa dia merasa haus dan mengharapkan saya menyediakan minuman yang dia perlukan. Belum selesai saya mencari jalan keluarnya, seorang anak lain menarik tangan saya yang satunya lagi dan juga dengan tatapan mata polos berkata, " Kak... Saya mau pipis. "
Menjadi seorang anak kecil di hadapan Tuhan berarti menjadi orang yang tidak memiliki apapun sehingga kita percaya bahwa Tuhan selalu menjadi penolong kita, pelindung kita dan penopang hidup kita. Sama seperti kedua anak kecil tadi.Tahukah anda menjadi manusia yang lemah di hadapan Tuhan itu bukan hal yang memalukan? Karena Tuhan akan memilih manusia lemah dibandingkan manusia yang kuat. Lemah tetapi memiliki iman yang kuat dan kepercayaan yang tinggi kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan- lah sumber kekuatan kita dan hanya kepada Dia - lah kita bersandar.
Banyak diantara kita menyangka bahwa sesama kita yang berkekurangan fisik adalah manusia lemah, tak berdaya dan tidak bisa berbuat apa - apa. tetapi Tuhan berkata lain. Tuhan memakai sesama kita yang berkekurangan fisik itu lebih dahsyat daripada kita. Mengapa?? Karena Tuhan tahu bahwa mereka menyandarkan dan menyerahkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan. Tetapi kita tidak!! Kita masih menggunakan kekuatan kita sendiri dan percaya bahwa kita mampu melakukan apapun dengan kekuatan kita. TUHAN TIDAK MENYUKAI ITU!!
Atau mungkin kita seringkali menyepelekan anak kecil. Ketika mereka meminta sesuatu kepada kita, kita kerap kali marah atau bahkan tidak sabar dan sering tidak menghiraukan mereka. Karena kita menganggap mereka lemah, mereka tidak bisa berbuat apapun seperti orang dewasa. Tetapi Tuhan lebih menyukai kita menjadi seperti anak kecil yang polos, selalu meminta apapun kepada Tuhan. Itulah yang Tuhan harapkan dari kita.
Menjadi seorang anak kecil di hadapan Tuhan adalah menarik tangan Tuhan, memandang mata - Nya, dan mengungkapkan kebutuhan kita dengan penuh kepercayaan bahwa Bap kita di surga tahu kita membutuhkan semuanya itu. Maka marilah kita bersama - sama memperbaharui hati, sikap, sifat dan perbuatan kita untuk Tuhan. Jadilah yang lemah tapi memiliki Iman yang kuat dan teguh. Karena Tuhan akan memilih yang lemah diantara yang kuat.
Amin. ( ry )
Satu kali saya membimbing sekelompok anak SD kelas 3 sampai dengan kelas 6 untuk mengikuti kegiatan rohani. Saya adalah kakak pendamping mereka. saya tinggal bersama mereka selama tiga malam. Pengalaman yang menyadarkan saya betapa pentingnya untuk menjadi 'anak kecil' di hadapan Yesus...
Seorang anak kecil selalu mempunyai kepercayaan. Saya ingat ketika saya berjalan bersama kelompok saya menyusuri jalan setapak dalam satu permainan outbond, salah satu diantara mereka menarik tangan saya dan dengan mata tak berdosa memandang saya dan berkata, " Kak... Saya haus! " Dia tidak peduli kenyataan bahwa kami sedang berada di luar ruangan dan kami tidak membawa air minum. Dia hanya tahu bahwa dia merasa haus dan mengharapkan saya menyediakan minuman yang dia perlukan. Belum selesai saya mencari jalan keluarnya, seorang anak lain menarik tangan saya yang satunya lagi dan juga dengan tatapan mata polos berkata, " Kak... Saya mau pipis. "
Menjadi seorang anak kecil di hadapan Tuhan berarti menjadi orang yang tidak memiliki apapun sehingga kita percaya bahwa Tuhan selalu menjadi penolong kita, pelindung kita dan penopang hidup kita. Sama seperti kedua anak kecil tadi.Tahukah anda menjadi manusia yang lemah di hadapan Tuhan itu bukan hal yang memalukan? Karena Tuhan akan memilih manusia lemah dibandingkan manusia yang kuat. Lemah tetapi memiliki iman yang kuat dan kepercayaan yang tinggi kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan- lah sumber kekuatan kita dan hanya kepada Dia - lah kita bersandar.
Banyak diantara kita menyangka bahwa sesama kita yang berkekurangan fisik adalah manusia lemah, tak berdaya dan tidak bisa berbuat apa - apa. tetapi Tuhan berkata lain. Tuhan memakai sesama kita yang berkekurangan fisik itu lebih dahsyat daripada kita. Mengapa?? Karena Tuhan tahu bahwa mereka menyandarkan dan menyerahkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan. Tetapi kita tidak!! Kita masih menggunakan kekuatan kita sendiri dan percaya bahwa kita mampu melakukan apapun dengan kekuatan kita. TUHAN TIDAK MENYUKAI ITU!!
Atau mungkin kita seringkali menyepelekan anak kecil. Ketika mereka meminta sesuatu kepada kita, kita kerap kali marah atau bahkan tidak sabar dan sering tidak menghiraukan mereka. Karena kita menganggap mereka lemah, mereka tidak bisa berbuat apapun seperti orang dewasa. Tetapi Tuhan lebih menyukai kita menjadi seperti anak kecil yang polos, selalu meminta apapun kepada Tuhan. Itulah yang Tuhan harapkan dari kita.
Menjadi seorang anak kecil di hadapan Tuhan adalah menarik tangan Tuhan, memandang mata - Nya, dan mengungkapkan kebutuhan kita dengan penuh kepercayaan bahwa Bap kita di surga tahu kita membutuhkan semuanya itu. Maka marilah kita bersama - sama memperbaharui hati, sikap, sifat dan perbuatan kita untuk Tuhan. Jadilah yang lemah tapi memiliki Iman yang kuat dan teguh. Karena Tuhan akan memilih yang lemah diantara yang kuat.
Amin. ( ry )
TV-lah Gembalaku Versus Tuhanlah Gembalaku

TV adalah gembalaku, aku tak akan berkekurangan Ia membaringkan aku di sofa yang empuk dan membimbing aku untuk jauh dari Tuhan, Ia menghancurkan jiwa-ku. Ia menuntun aku di jalan seks dan kekerasan atas nama iklan dan sensasi. Sekalipun berada dalam bayangan tugas dan tanggung jawab iman tidak akan ada yang mengganggu sebab TV selalu bersamaku. Remote control itulah yang menghibur aku. Ia menuntun aku kepada acara kesukaanku. Ia mengurapi kepalaku sekularisme dan consumerisme. Dan ketamakanku semakin bertambah Rasa tidak peduli dan kemalasan akan mengiringi aku sepajang hidupku. Aku akan tinggal di kamarku dengan TV bersamaku.
Televisi merupakan suatu kemajuan teknologi yang mesti kita banggakan. Melalui Televisi, kita dapat menyaksikan di depan mata kita, apa yang sedang berlangsung di belahan dunia lain. Juga melalui Televisi kita dapat menikamati acara hiburan. Tetapi kemajuan teknologi ini bukan tanpa resiko. Banyak dampak negatif dari Televisi, khususnya pada pembentukan akhlak dan kepribadian manusia, terutama bagi anak-anak. Salah satunya adalah membuat orang malas. Masih teringat acara smackdown yang pernah dilarang untuk ditayangkan. Anak.anak yang menontonnya akan berfikiran negatif dan mereka akan mempraktekkan apa yang mereka lihat. Banyak kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak dibawah umur lantaran terpengaruh oleh acara tersebut. Jika tayangan itu tidak dihentikan, mungkin korban untuk tayangan itu terus bertambah.
Banyak acara televisi yang sama sekali tidak menghargai kehidupan bermasyarakat dan beragama. Sedikit sekali acara televisi yang mengajarkan moralitas, tetapi sebaliknya banyak menayangkan program-program yang tidak sesuai dengan budaya dan adat ketimuran. Seperti mengajarkan orang bagaimana berbuat licik, jahat, membunuh, seni berbohong.
Tayangan-tayangan telivisi yang berbau kekerasan, sek bebas, menurut banyak pakar, sangat mempengaruhi jalan pikiran pemirsa, terutama kaum remaja dan anak-anak. Mereka menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal untuk dilakukan. Karenanya, banyak kalangan yang meneriakkan pengaruh negatif televisi, utamanya pada anak remaja. Maka dari itu, jika anak-anak melihat televisi sebaiknya di dampingi orang tua. Dan bagi kalangan remaja harus tahu mana tayangan TV yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat.
inilah akibat dari orang yang membiarkan acara di Televisi menentukan program hidupnya. Jika kita menjalankan hidup dengan semacam ini, dimana acara TV yang menentukan program hidup kita, maka hidup ini terasa tak berarti. Tetapi ada suatu cara lain untuk hidup lain yang membuat hidup ini berarti. Yaitu membiarkan Tuhan yang membimbing hidup kita.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.(Mzm 23:1-6)
Pilihan
Hidup sebagaimana yang terungkap dalam mzm 23 ini adalah hidup yang menuntun pada kedamaian dan kebahagiaan. Yesus dalam injil hari ini mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup semacam ini. “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya di dalam kelimpahan."
Doa Mohon Panggilan

Allah Bapa, Pencipta, kami senantiasa bersyukur atas Gereja-Mu di Keuskupan Agung Jakarta yang semakin hari semakin bertumbuh subur. Kami juga bersyukur atas para suster, Bruder, Imam yang berkarya di Keuskupan kami. Namun saat ini kamu merasa prihatin, karena di antara kami masih sedikit yang menanggapi panggilan-Mu untuk turut bekerja di ladang-Mu. Kami mohon kepada-Mu, ya Bapa: gerakanlah hati setiap orang tua, remaja dan anak-anak untuk senantiasa terbuka dan mengusahakan panggilan menjadi imam, bruder dan suster. Semoga setiap orang tua dapat menjadi saksi cinta kasih dan anak-anaknya sebagaimana orang tua Yesus; Yusuf dan Maria mendidik Yesus sendiri; semoga dengan demikian anak muda dan anak-anak memilih kedekatan dengan-Mu baik di dalam doa ataupun dalam kehidupannya. Sehingga bila suatu saat Engkau memanggil mereka untuk menjadi imam, burder dan suster mereka senantiasa siap sedia. Ya Bapa semoga selalu ada orang-orang yang Kau utus untuk menuai panenan subur dan menyebarkan kabar gembira di tengah ibukota dengan segala kemajemukannya. Demi Kristus Tuhan, Saudara dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.
Imprimatur Rm Yohanes Subagyo, Pr
Vikaris Jendral KAJ
Surat dari masa depan - Air dan Bumi untuk masa depan
Kepada Yth
Manusia
Di Tahun 2009
Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR"
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.
Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.
Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.
Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.
Morphology manusia mengalami perubahan. yang menghasilkan/ melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon]
Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.
Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.
Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.
Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.
Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. dan banyak orang lain juga !.
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi. Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.
Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.
Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak"
"AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN"*
Manusia
Di Tahun 2009
Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR"
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.
Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.
Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.
Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.
Morphology manusia mengalami perubahan. yang menghasilkan/ melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon]
Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.
Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.
Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.
Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.
Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. dan banyak orang lain juga !.
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi. Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.
Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.
Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak"
"AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN"*
Wawancara antara kerahiman Ilahi dengan Jiwa seorang Pendosa

diterjemahhkan dari buku God who is rich in mercy,
Yesus: Hai pendosa, janganlah engkau takut pada Penyelamatmu. Akulah yang pertama berinisiatif datang kepadamu karena Saya tahu bahwa dengan kekuatanmu sendiri, engkau tak dapat datang kepada-Ku. Anakku...janganlah menjauhkan dirimu dari Bapamu. Jujurlah berbicara dengan Aku. Aku ingin berbicara denganmu tentang pengampunan. Aku ingin mencurahkan rahmat-Nya atas dirimu. Betapa Aku mengasihi jiwamu. Aku telah menuliskan engkau pada telapak tangan-Ku. Namamu terpahat dalam pada luka Hati-Ku.
Jiwa: Tuhan...saya mendengar suara-Mu memanggilku untuk kembali dari jalanku yang tersesat karena dosa tetapi saya tidak kuat dan tidak berani melakukannya.
Yesus: Akulah kekuatanmu. Aku akan membantumu dalam pergumulanmu itu.
Jiwa: Tuhan...Saya mengakui kekudusan-Mu. Saya tidak berani mendekatkan diriku kepadamu. Saya takut....
Yesus: Anak-Ku...apakah engkau takut pada Allahmu yang Maharahim? Kekudusan-Ku tidak menghalangi Aku menunjukkan kerahiman-Ku kepadamu. Lihatlah...untukmu Aku telah mendirikan suatu tahta kerahiman di dunia ini – Sakramen Rekonsiliasi – dari sana Aku rindu memasuki hatimu. Engkau bisa datang kepada-Ku setiap saat dan kapanpun engkau mau. Aku ingin berbicara kepadamu. Aku rindu mencurahkan rahmat pengampunan kepadamu.
Jiwa: Tuhan....saya ragu bahwa Engkau akan memaafkan saya karena begitu banyak dosa dan kesalahanku. Aku diliputi oleh rasa takut akan kesengsaraan yang akan menimpah saya akibat dosa-dosaku ini.
Yesus: Kasih dan pengampunan-Ku jauh lebih besar dari dosa-dosamu dan dosa seluruh dunia. Siapakah yang dapat mengukur betapa dalamnya kasih-Ku padamu? Untukmulah Aku telah turun dari surga ke dunia ini. Untukmulah aku membiarkan diri-Ku dipaku di salib. Untukmulah Aku membiarkan Hati-Ku ditembusi oleh tombak sehingga terbukalah dengan lebar sumber kasih dan pengampunan-Ku bagimu. Datanglah dengan penuh iman dan harapan dan terimalah rahmat-rahmat yang mengalir dari sumber Hati-Ku ini. Aku tidak pernah menolak hati yang yang penuh penyesalan. Dosa-dosamu akan lenyap di kedalaman kasih dan kerahiman-Ku. Janganlah berdebat dengan-Ku tentang keadaanmu yang penuh dosa. Kamu akan memberikan kegembiraan kepada-Ku jika engkau mempercayakan semua masalah dan kesedihanmu. Aku akan memberikan kepadamu harta berharga dari kekayaan rahmat-Ku.
Jiwa: Tuhan....aku menyerah kalah. Hatiku yang keras membantu luluh di hadapan kebaikan kasih-Mu. Dengan penuh kepercayaan dan kerendahan hati, aku datang pada tahta kerahiman-Mu. Di sana Engkau akan melepaskan aku dari kungkungan dosa melalui tangan imam-Mu. Tuhan...rahmat-Mu akan menaungi aku. Kedamaian-Mu akan memenuhi jiwaku yang miskin ini. Tuhan....Aku merasa dipenuhi oleh kerahiman-Mu. Kesediaan-Mu untuk mengampuniku adalah hal lebih yang dapat saya bayangkan. Kebaikan-Mu mengatasi segala kerinduanku. Dan sekarang...dipenuhi oleh rasa syukur atas kayanya rahmat-Mu, aku mengundang-Mu untuk masuk ke dalam hatiku. Tuhan....Saya terlantar dan merana seperti anak yang hilang tetapi Engkau mau menerimaku kembali. Tambahkanlah cinta dan kerahiman-Mu kepadaku karena Engkau tahu betapa lemahnya aku ini.
Yesus: Anak-Ku...jangan lagi bicara tentang dosa-dosamu. Semuanya telah dilupakan. Dengarlah hai anak-Ku....dengarlah akan apa yang ingin Aku katakan kepadamu. Datanglah kepada-Ku....datanglah kepada Hati-Ku yang terluka dan timbahlah dari sana rahmat apapun yang kau inginkan. Minumlah....dari sumber kehidupan itu sehingga jiwamu tidak lagi haus dan dahaga dalam perziarahmu di dunia ini. Lihatlah.... betapa menakjubkan kerahiman-Ku itu. Janganlah engkau takut pada kerahiman-Ku. Muliahkanlah kerahiman-Ku.
diterjemahkan oleh Pastor Tony Blikon, SS.CC
Paroki St. Odilia - Citra Raya - Tangerang
Langganan:
Postingan (Atom)